Adversity Quotient : Kunci Siap Tantang Para Penantang dengan Ucapan Emas Adolf Hitler

selalu-dan-terus-berjuang

Apakah Adversity Quotient (AQ) itu?  Menurut Stoltz, AQ adalah kecerdasan untuk mengatasi kesulitan. “AQ merupakan faktor yang dapat menentukan bagaimana, jadi atau tidaknya, serta sejauh mana sikap, kemampuan dan kinerja Anda terwujud di dunia,” tulis Stoltz. singkatnya, orang yang memiliki AQ tinggi akan punya kemungkinan lebih besar mewujudkan cita-citanya dibandingkan orang yang AQ-nya lebih rendah.
Faktor-faktor pembentuk adversity quotient menurut Stoltz (2000:92) adalah sebagai berikut :
a .Daya saing
Seligman (Stoltz, 2000: 93) berpendapat bahwa adversity quotient yang rendah dikarenakan tidak adanya daya saing ketika menghadapi
kesulitan, sehingga kehilangan kemampuan untuk menciptakan peluang dalam kesulitan yang dihadapi.
b. Produktivitas
Penelitian yang dilakukan di sejumlah perusahaan menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kinerja karyawan dengan respon yang diberikan terhadap kesulitan. Artinya respon konstruktif yang diberikan seseorang terhadap kesulitan akan membantu meningkatkan kinerja lebih baik, dan sebaliknya respon yang destruktif mempunyai kinerja yang rendah.
c. Motivasi
Penelitian yang dilakukan oleh Stoltz (2000: 94) menunjukkan bahwa
seseorang yang mempunyai motivasi yang kuat mampu menciptakan
peluang dalam kesulitan, artinya seseorang dengan motivasi yang kuat akan berupaya menyelesaikan kesulitan dengan menggunakan segenap kemampuan.
d. Mengambil resiko
Penelitian yang dilakukan oleh Satterfield dan Seligman (Stoltz, 2000:
94) menunjukkan bahwa seseorang yang mempunyai adversity quotient tinggi lebih berani mengambil resiko dari tindakan yang dilakukan. Hal itu dikarenakan seseorang dengan adversity quotient tinggi merespon kesulitan secara lebih konstruktif.
e. Perbaikan
Seseorang dengan adversity quotient yang tinggi senantiasa berupaya mengatasi kesulitan dengan langkah konkrit, yaitu dengan melakukan perbaikan dalam berbagai aspek agar kesulitan tersebut tidak menjangkau bidang-bidang yang lain.
f. Ketekunan
Seligman menemukan bahwa seseorang yang merespon kesulitan
dengan baik akan senantiasa bertahan.
g. Belajar
Menurut Carol Dweck (Stoltz, 2000: 95) membuktikan bahwa anak-anak yang merespon secara optimis akan banyak belajar dan lebih
berprestasi dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki pola
pesimistis.
adolf-hitler
Siapa yang tak kenal Adolf Hitler?? Seorang Pimpinan NAZI dijamannya. Adolf Hitler adalah seorang politisi Jerman dan ketua Partai Nazi kelahiran Austria. Ia menjabat sebagai Kanselir Jerman sejak 1933 sampai 1945 dan diktator Jerman Nazi mulai tahun 1934 sampai 1945. Prinsip-prinsip perjuangannya telah menginspirasi para pemuda diseluruh dunia. Berikut beberapa Prinsip beliau yang diucapkan pada saat dimana beliau masih ada di dunia yang banyak sekali nilai Adversity Quotient yang dapat kita kaitkan;
1. “Kekuatan tidak terletak pada pertahanan tetapi dalam serangan”
Perkataan beliau menjelaskan bahwa sebagai manusia yang berakal dan diberi berbagai kemampuan harus selalu berjuang dalam mengahadapi rintangan. Kehebatan kita bukan hanya tercermin dari sebagaimana kita kuat dan tahan akan cobaan, tapi juga seberapa kuat kita bisa menantang dan menyelesaikan setiap masalah dan rintangan yang melanda.
2. “Perjuangan adalah ayah dari segala sesuatu. Hal ini tidak oleh prinsip – prinsip kemanusiaan bahwa manusia hidup atau mampu mempertahankan diri di atas dunia hewan, tetapi hanya dengan cara dari perjuangan yang paling brutal”
Perkataan tersebut memberi sebuah makna bahwa manusia hidup tidak untuk menyerah, melainkan terus berjuang. Tak menjadi masalah seberapa sulit rintangan,  perjuangan tetap harus dilakukan semaksimal mungkin. Bahkan perjuangan sekeras apaun itu tetap harus dilakukan.
3. “Mereka yang ingin hidup, biarkan mereka berkelahi, dan mereka yang tidak ingin berperang di dunia ini perjuangan abadi tidak pantas untuk hidup”
Pekataan beliau memberi makna bahwa kesuksesan hanya milik orang-orang yang berjuang. Apabila tak ingin berjuang?? Jangan pernah berharap kesuksesan menghampiri hidup kita.
Masih banyak sebenarnya Kata-kata Mencengangkan yang dikemukakan Adolf Hitler. Namun contoh diatas bisa dijadikan salah satu inspirasi kita sebagai manusia yang pada hakekatnya harus selalu berjuang dalam menghadapi tantangan.

Adversity quotient adalah kecerdasan yang dimiliki seseorang untuk mengatasi kesulitan dan sanggup untuk bertahan hidup, dalam hal ini tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap kesulitan hidup. blog ini akan menjelaskan bebarapa hal menyangkut bagaimana kesiapan kita menghadapi tantangan

Personality Nisa Nur Shidqi

semua akan indah pada waktunya

All About Nurse

Physical Performance For Nurse

personality dara

Physical Performance for Nurse

nurse save your heart

Greater Spiritual Intelligence

Self Image in Nursing

Personality Rizky Maudina

Nurse can change the world (Personality Annisa Fitria)

"Apa yang kita lihat, apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita tunjukan akan berpengaruh dengan pemahaman kita"

keperawatanreligionsuwindi

Peran Perawat Dalam Bimbingan Ibadah Bagi Pasien

Kecerdasan Spiritual

Personality DestryPN

Personality Development

Nurse cares with love every day, every where and every moment :)

Physical Performance for Nurse

Being a Nurse, It's Way of Life

Personality Dandy Akmal

Hidup Adalah Perjuangan

Adversity Quotion (Kesiapan Menghadapi Tantangan)

Adversity quotient adalah kecerdasan yang dimiliki seseorang untuk mengatasi kesulitan dan sanggup untuk bertahan hidup, dalam hal ini tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap kesulitan hidup. blog ini akan menjelaskan bebarapa hal menyangkut bagaimana kesiapan kita menghadapi tantangan